Saat Tak Sejalan dengan Orang tua Maupun Mertua

by - March 16, 2018



“Masak 2x mba, makanan untuk aku disendirikan. Siapa yang nggak dongkol?”
“Sabar ya,” jawab saya cepat karena memang nggak tahu harus beri solusi apa dan bagaimana.
“Enak kayak sampean, ibu mertuanya sabar.” Mulai membandingkan dengan yang lain. Dan saya pun hanya tersenyum simpul sambil berucap Alhamdulilah.

            Bohong kalau saya tidak pernah bergesakan dengan ibu mertua. Apalagi hidup serumah yang setiap hari bertemu dan berbicara. Bohong kalau saya sudah bisa beradaptasi dengan keluarga suami karena sudah terhitung 2 tahun kami seatap. Nyatanya saya masih beradaptasi. Seperti pepatah bilang, “dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung.” haruslah mengikuti/ menghormati adat-istiadat serta kebiasaan-kebiasaan di tempat tinggal kita. Karena satu hal yang saya yakini bahwa SURGA ITU DITELAPAK KAKI IBU. Baik ibu kandung maupun ibu mertua.


            Dan malam ini saat saya membacakan cerita untuk Labib saya seolah tersentil dan lekas menuliskannya. karena menulis adalah tentang menasehati diri. Tentang bagaimana kita berkaca berkali-kali pada situasi yang sama. Bagaimanakah kisah itu? barangkali sudah ada yang membacanya, mohon koreksi.

            Suatu hari Nabi Sulaiman pergi ke pantai. Alloh hendak menunjukkan keajaiban kepada Nabi Sulaiman, lalu beliau memerintahkan jin untuk menyelam. Namun sayang jin kembali dengan tangan kosong. Tersebutlah perdana mentri yang arif bijaksana. Asif namanya. Lalu perdana mentri itu menggantikan jin untuk menyelam. Singkat cerita, di dasar laut ada sebuah kubah yang indah sekali. Kubah itu punya empat pintu. Setiap pintu terbuka lebar. Setiap pintu punya warna yang indah. Meski pintu-pintu kubah itu terbuka lebar, tidak ada air yang masuk.

            Dalam kubah itu Nabi sulaiman menemukan seorang anak muda yang alim yang terus-menerus berdoa. “Amalan apa yang engkau lakukan, Anak muda?” tanya Nabi Sulaiman. “Saya merawat bapak saya yang lumpuh dan ibu saya yang buta selama 70 tahun.Jawabnya.

“ibu saya berdoa agar Allah memanjangkan umur saya dan selalu taat kepada Allah. Bapak saya selalu berdoa agar Allah memberi saya tempat yang bebas dari gangguan jin dan setan.” Lanjut cerita anak muda. “Berapa lama engkau berada di kubah ini?” tanya nabi Sulaiman. “Saya masuk ke dalam kubah ketika Nabi Ibrahim menyebarkan wahyu Allah. “ Nabi Sulaiman terkagum-kagum. Karena masa itu telah berlalu selama 2400 tahun yang lalu.

            DEG!

            Dada saya bergetar saat membaca cerita ini. berulang-ulang saya baca dan meresapinya. Begitu mulianya anak yang bisa memuliakan orang tuanya hingga Allah menjaga dengan sebaik-baik penjagaan. Begitu banyak dosa yang saya lakukan kepada orang tua saya (baik orang tua dan mertua). Kapan saya bisa berbakti kepada mereka? Kapan saya bisa membahagiakan mereka? Semoag kelak saya bisa diberi kesempatan untuk berbakti dengan sebaik-baiknya. Membalas semua cinta-kasih yang mereka curahkan sampai saat ini.

baca juga review buku: Menjadi orang tua, asyik! 

            Tulisan ini bukan untuk menghakimi siapapun, karena tulisan ini murni untuk saya pribadi. Menjadi pengingat kala tak sejalan dengan orang tua atau mertua, semoga kisah penuh hikmah ini menjadi tamparan keras bagi saya pribadi untuk tetap berbakti entah bagaimanapun caranya. Karena dari orang tua, saya bisa menjadi dewasa seperti saat ini, karena dari mertua saya memiliki suami yang saya banggakan sampai detik ini.




            Banyak hal yang ingin saya tiru dari ibu mertua, diantaranya adalah:
1.      Teliti. Barang sekecil apapun ia tahu dimana tempat dan letaknya. Ingtan beliau tajam, meski usia kian banyak.
2.      Suka bercanda. Antara ibu dan bapak mertua itu ibarat kaos kaki, kanan-kiri. Saling melengkapi. Ibu mertua yang suka bercanda, kebalikan dari bapak mertua yang serius. Jadilah ketika bepergian, ibu mertua selalu mendominasi. Kalau tidak bakalan ‘garing’ suasana di mobil hehehhe. Karena semua anak-anaknya mengikuti jejak abah, pendiam termasuk ayahnya Labib #ops.
3.      Perhatian khususnya terhadap Labib. Iya saya tau mungkin ia adalah cucu pertamanya, makanya kasih sayang melimpah teruntuknya. Setelah pulang dari pasar, tak pernah absen untuk membelikan camilan. Jadi nggak salah kalau tiap hari sebelum mbahnya datang, Labib nggak mau tidur hehehhe
4.      Tak pernah, tak ada makanan. Apalagi saat saya sedang menyusui, makanan atau camilan selalu terhidang diatas meja. Beliau masak saat sore hari, karena pagi udah harus ke pasar berjualan. Makanya setiap sore beliau masak yang juga dimakan untuk pagi hari. Jadi jangan salahkan saya saat timbangan selalu bergerak ke kanan wkwkkw. Tapi untuk sekarang saya usahakan untuk diet teratur. Selengkapnya disini ya.
5.      Sederhana dalam berpakaian. Saya banyak belajar dari beliau tentang kesederhanaan ini. beliau tidak pernah terlihat membeli baju (beda dengan menatuanya hahah). Hampir semua bajunya, ia jahit sendiri. Setahun mungkin hanya 2x, beliau membuat baju. Ini saya garis bawahi banget. Dibandingkan dengan diri yang tergiur dengan gamis berserakan di marketplace hehehhe
6.      Konsisten dalam beribadah. Senin-kami tak pernah absen. Qobliyah-ba’diyah selalu beliau lakukan. Maghrib, isya’ dan subuh selalu di masjid. Membaca qur’an setelah shalat maghrib dan subuh. Saya merasa malu sendiri karena ibadah saya masih terkait dengan yang wajib.

Berkatalah seseorang terhadap saya, “Tulis baik-baik kebaikan beliau bila perlu tulis diatas batu agar senantiasa kita baca dan kita ingat. Kalau hanya kebaikan saja yang kita ingat, semoga harmoni itu tercipta antara menantu-mertua. Tiada lagi drama antara keduanya. Dan memaklumi semua hal yang kurang menyenangkan terhadap kita sebagai menantu. Karena kebaikan ibu mertua terlihat lebih jelas dan nyata adanya.” Yuk tulis kebaikan ibu mertua kita. Jadikan reminder untuk selalu bersyukur karena telah memilih kita sebagai menantunya.  
            Tak hanya tentang drama mertu-menantu. Kisah diatas (Nabi Sulaiman dan perdana mentri Asif) juga untuk pengasuhan bagi orang tua yang mempunyai anak seperti saya. Pentingnya menanamkan adap sebelum ilmu. adab (sopan santun, tata krama) kepada orang tua khususnya. Bagaimana menggiring anak-anak kita untuk senantiasa mengharap ridho Allah semata. Nggak perlu mencari yang jauh, cukup bagaimana kelak ia bisa memuliakan orang tuanya. Seperti yang disampaikan oleh keluarga elly risma (pakar parenting) saya kutip dari statusnya mba nicken “Goal saya mendidik anak laki-laki adalah kelak salah satu dari mereka bisa menjadi imam dari shalat jenazah saya.” Sarra risman.

kambing hanya sebagai propertise heheh

            Glek!

            Jadi bagi siapa saja yang sedang atau telah bersitegang dengan orang tua maupun mertua, yuk reframing diri. Run down tujuan kita menikah. Tentunya mengharapkan surga-Nya lewat jalan ridhonya suami. Lalu saat kita (istri) lagi bersitegang dengan ibu suami (mertua) dapatkah ridho suami? Karena benarlah kiranya bahwa SURGA ISTRI ADA PADA RIDHO SUAMI, SURGA SUAMI ADA PADA RIDHO IBUNYA. #think

You May Also Like

10 comments

  1. Menulis banyak kelebihan oranglain kayak gini jadi seperti terapi kenangan yg kurang baik. Makasih mba sudah mengingatkan. Cerita nabi Sulaiman bikin deg deg ser.

    ReplyDelete
  2. Alhamdulilah..dan bersyukur buat yg masih bisa merawat orang tuanya...

    Sesungguhnya bakti itu tak kan pernah sia-sia..

    ReplyDelete
  3. Senang itu bisa akur sama Siapapun ,, mertua sama juga orangtua kita, menerima intinya

    ReplyDelete
  4. Semoga hubungan dengan orang tua sendiri maupun mertua selalu akur :)

    ReplyDelete
  5. mertua dan ortu memang selalu jadi bahan curhatan ya mba..maksudnya saya jg sering dicurhatin sama temen yg sering gak akur sama mertuanya. lah memang susah menyatukan karakter yang berbeda, memang harus saling memahami sih intinya. Kita sama saudara aja kan kadang ada berantem2nya. Alhamdulilla ya mertua mba baik bgt dan bisa dicontoh kesehariannya, katanya kadang2 mertua baik itu juga bentuk rezeki dari Allah :P

    ReplyDelete
  6. Aku pun sempat setahun satu atap dg mertua mb. Ada suka duka juga. Skrg udh pisah rumah. N sempat nulis hal serupa di blog tahun lalu. Hihi. Smg kita sll dpt belajar dr mertua n bs semakin akrab. :)

    ReplyDelete
  7. Jadi inget ada kalimat sebaik-baiknya ibu mertua adalah yang tidak bertemu tiap hari hehehe. Semoga kita terus bisa berbakti kepada ibu bapak kandung maupun mertua ya mbak

    ReplyDelete
  8. Duh mba Atiq, makasih banyak ya sharingnya.
    Aku juga tinggal sama mertua ni mba, tapi Alhamdulillahnya akur dan baik beliau tidak mencampuri urusan rumah tangga kami. Saling mendoakan selalu baik-baik saja dan berkumpul dalam Jananh-Nya. aamiin.

    ReplyDelete
  9. Aku gk pernah merasakan tinggal sm mertua dlm wkt lama, nginep bbrp hari aja biasanya. Tp Alhamdulillah, walau begitu bkn berarti aku gk mau merasakan enak gk enaknya tinggal dm mertua, so far yg aku tau, mertuaku baik. TFS mba, oengingat jg buatku ini

    ReplyDelete
  10. Mbak saya minta nasehatny,bagaimana sikap saya terhadap mertua yg selalu menjelek2kn saya di depan kakak suami saya. Kd seolah2 sy ini tdk becus mendidik anak & melayani suami. Saya sdh berusaha bersikap baik dg ibu mertua sy tp mungkin krn kita satu rumah jd yg terlihat hanya kejelekan saya sj. Sy sdh coba meniru kebaikan yg dilakukan kakak2 ipar sy tp ibu mertua memperlakukanny berbeda (contoh: kl saya yg kasih sesuatu hanya diliat sj & beralasan kl g boleh makan ini krs nnt memicu penyakitny,tp kl kakak ipar yg kasih eehhh mau dimakan). Kadang saya jengkel dh sikap ibu mertua sy dan kadang sy emosi dg menunjukkn sikap mendiamkn beliyau,saya salah dg bersikap spt itu saya sadar & saya berdosa tp emosi itu sulit unt dibendung apalagi saat melihat beliyau. Kl suami jelas lebih membela ibu ny wajar krn itu adl ibuny ... Kl saya pribadi tdk butuh unt dibela cm ingin di menentramkn hati supaya legowo dg sikap ibi mertua sy. Bagaimana yaaa mbak caranya,soalny kl tinggal dh ibu mertua itu ada aja masalahny kadang ingin pergi tp kasian ibu sdh tua sendiri lg tp kl g pergi saya tdk akan terlihat baik di mata beliyau beda dg orng yg jarang ketemu kan selalu terlihat baik.... Mohon saran dan nasehatny. Trimakasih

    ReplyDelete

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.